DesaHalaban

|DesaHalaban|

Desa Halaban kenapa harus dipisah?? mungkin pernyataan kecil dari suatu bentuk pengotakan, bukan lagi ketertinggalan yang harus dijadikannya bernama “DRUPAL” (CMS yg secara filosofi memiliki arti sama) tapi potensi yang harus dieksplorasi… sudah sampai dimana “Efisien & Efektif” tercipta untuk menghilangkan kata “DESA” pada Halaban.

& Komentar

2 tanggapan so far ↓

  • Ho Ciok Too // Maret 27, 2007 pada 8:38 pm |

    Manusia Buta
    (Dari si yang tak cukup berarti untuk dibicarakan)

    Memang malam telah larut
    Tapi dimana tempat hati rebahkan
    Setelah kedua pintu jendela kurapat
    Siapa Lagi yang masih dapat melayang-layangkan fikiran

    Hai! Disini. Aku disini maka datanglah berterangan
    Jangan kau tunggang laungan malam berbusana bayang

    Hemm, masih saja tetap terdiam
    Hati berteriak memang tak terdengar
    Dituangpun kerap membuat cegukan
    Tak lagi kukata, malamlah yang menyimpan cerita

    Kau! pergi, pergilah! Tapi jangan lagi titipkan
    Guratan wajah yang tak kunjung tua
    Kicauan yang tak menjadi serak
    Senyuman yang selalu mengundang
    Dan tatapan itu, ahh tatapanmu mungkinkah masih dapat dicabut lagi
    Bila akarnya adalah pondasi hati, pegangan hidup, tungkunya api kobaran semangat. Maka teserlah, mau cabut? Cabut! Habis perkara.

    Mungkin benar adanya bila harus disimpulkan
    Manusia hanya dipermainkan oleh fikirannya
    Dipercundangi oleh hatinya
    Akhirnya kesenangan membuatnya lalai, kesukaran menderitakannya.

    sudahlah, ceritanya juga udah abis, malamnya mulai luntur. Maka Permisi Bos, mau pulang dulu neh, mungkin lusa jika ada masa kita bertemu lagi.

  • JalanSutera.comâ„¢ // September 9, 2008 pada 6:21 am |

    pertanyaan Anda tentang pendapatan Google sudah saya jawab di blog dan saya kirim ke email Anda. Thanks

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.